Banten Masih Pimpin Perolehan Medali Diikuti IAIN Palu dengan 3 Medali Emas

PALU- Hingga hari ke-3 pelaksanaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) ke-7 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten masih memimpin perolehan medali dengan lima medali emas pada cabang catur beregu, klasik putera puteri dan catur kilat beregu putra.

Sementara diposisi ke dua disusul IAIN Palu dengan perolehan 3 medali emas pada cabang lead perorangan putri panjat dinding, takraw double event dan desain busana muslim. IAIN Palu juga mengoleksi 1 medali perak dan satu medali perunggu.

Diposisi ke tiga UIN Walisongo Semarang dengan satu madali emas dan satu medali perunggu. Kemudian UIN Malang, STAIN Watampone dan STAIN Sorong.

“Ini masih laporan sementara yang masuk kepada kami Pukul 15.17 wita Kamis, 21 Mei 2015,” ujar Koordinator Humas dan Publikasi Pionir, Sagir M Amin.

Ada 159 medali yang diperebutkan dalam Pionir ke-7 ini. Dengan rincian 53 medali emas 53 medali perak dan 53 medali perunggu. Pionir ke-7 di Palu memperlombakan 18 cabang lomba dan akan berlangsung sampai 23 Mei 2015.

Kebaharian Menjadi Topik Riset

Kebaharian menjadi salah satu topik riset yang ikut dilombakan pada Pekan ilmiah, olahraga, seni dan riset (Pionir) VII perguruan tinggi keagamaan se Indonesia di Palu. Dua topik lainnya tentang resolusi konflik dan agama.

“Topik kebaharian itu penting karena Indonesia saat ini sedang menjadikan kemaritiman bagian dari basis pembangunan nasional,” kata Koordinator Lomba Riset, Dr. Tamrin.

Dia mengatakan Perguruan Tinggi Islam tidak boleh ketinggalan memberikan kontribusi pemikiran kepada negara khususnya dari sudut pandang agama.

“Bagaimana perspektif agama dalam melihat kemaritiman itu. Itu juga harus menjadi pertimbangan negara dalam mengelola sumber daya kemaritiman,” katanya.

Tamrin mengatakan hasil riset tersebut nantinya akan diserahkan kepada negara melalui pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Sementara itu Dr. Hamlan, M.Pd, anggota dewan juri cabang riset Pionir di Palu, Selasa, mengatakan tim akan menilai berbagai aspek dari seluruh riset yang akan dipersentasikan peserta di hadapan dewan juri.

“Ada beberapa hal yang akan kita nilai seperti aspek substansi kajian, metodologi, kualitas penyampaian dan jawaban dari peserta,” katanya.

Selain itu kata Hamlan, dewan juri juga akan menilai kebaharuan referensi yang digunakan.

Dari 55 Peguruan Tinggi Keagamaan Islam yang mendaftarkan diri pada Pionir VII hanya 28 diantaranya yang akan ikut berlomba pada cabang riset tersebut.(gus/humas)-TSP
– Sumber : http://diktis.kemenag.go.id/index.php?berita=detil&jd=442#.VV6nFVKLXcY