IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Resmi Menjadi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Tiga Fakultas Akan Segera Dibuka. Selamat!

IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Resmi Menjadi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Tiga Fakultas Akan Segera Dibuka. Selamat!

Kabar gembira mulai menyeruak ke civitas akademika sejak Senin (3/4) kemarin. Walaupun belum mendapat gambar dan dokumen resmi, Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Bapak Prof. Dr. Fauzul Iman, MA membagikan kabar bahwa Perpres tentang alih status 6 IAIN menjadi UIN sudah ditandangani oleh Presiden. Kabar pun menyebar, termasuk ucapan selamat sebagai wujud rasa syukur atas perjuangan dan ketercapaian cita-cita bersama. Dengan demikan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten telah bertranformasi menjadi UIN SMH Banten.

Wakil Rektor I, Bapak Prof. Dr. Ilzamuddin Ma’mur, MA menguatkan informasi ini pada acara Studium General yang dihelat oleh Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab.

“Alhamdulillah, kemarin Rektor IAIN SMH Banten, telah menerima Peraturan Presiden RI Nomor 39 tahun 2017 tentang peralihan IAIN menjadi UIN secara simbolis dari Menristek. Jadi kita sudah resmi,” seru Ilzamudin Mamur. Foto seremoniak sebagaimana terlampir. Adapun pengumuman secara resmi akan disampaikan oleh Bapak Presiden RI bersamaan dengan peresmian salah satu Masjid di Lampung dalam waktu dekat.

Namun demikian, karena sekarang masih dalam masa tranformasi, tentu saja akan melakukan banyak perubahan. Untuk fakultas baru, masih dalam proses pembahasan dan nantinya meminta persetujuan dari Menpan.

Dalam waktu dekat akan dibuka tiga fakultas baru. Dua fakultas benar-benar baru, dan satu lagi merupakan fakultas pecahan dari yang sudah ada. Ketiga fakultas itu adalah, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang berasal dari pecahan FUDA.

Pemilihan fakultas tersebut, terutama fakultas sains dan teknologi, mengingat selama ini banyak pandangan mengenai sains dan agama, di mana ada pandangan yang menyebutkan bahwa sains bersebarangan dengan agama, lalu sains dan agama terdapat ruang dialog, dan terakhir soal sains dan agama dapat diintegrasikan. Proses integrasi ini juga menjadi pembeda perguruan tinggi yang lain dengan UIN SMH Banten.

Tentu saja, sebagai universitas baru, peningkatan mutu dilakukan bertahap sedikit demi sedikit karena ini merupakan transformasi yang panjang.