Membuat Media pada Mata Kuliah Methodology of TEFL II

Membuat Media pada Mata Kuliah Methodology of TEFL II

IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten – Seorang guru pamong yang sedang melakukan program pengenalan dan latihan kependidikan (PPLK) di sekolah mengeluhkan metode mahasiswa melakukan praktik mengajar bahasa Inggris hanya mengandalkan buku teks. Padahal sebagai “Prospective English Teacher” mereka bisa membuat metode yang menarik untuk siswa.

Menjawab permasalahan ini kemudian Ibu Yayu Heryatun MPd, dosen pengampu mata kuliah Methodology of TEFL (Teaching English as Foreign Language) II dan Micro Teaching di IAIN SMH Banten, memasukkan materi teaching aid atau media pembelajaran bahasa Inggris. Media pembelajaran yang bisa dibuat misalnya flash card, flip chart, cue card, power point, poster dan picture.

Tujuan perkuliahan ini membekali mahasiswa semester VI menjadi guru yang kreatif dengan memanfaatkan barang yang ada fsn murah (low-cost material). Dengan demikian, pembela- jaran menjadi efektif, informatif dan atraktif. Saya membagi mahasiswa dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4 orang untuk membuat satu media pembelajaran. Masing-masing kelompok mendapat tugas berbeda sesuai dengan tugas yang didapat.

Ada kelompok yang membuat flip chart untuk keterampilan membaca siswa (reading) yang akan digunakan untuk mengajar jenis text procedure. Kelompok lain membuat cue cards untuk meningkatkan keterampilan berbicara (speaking) yang digunakan untuk mengajar jenis text persuasive.

Salah seorang mahasiswa membuat cue card atau kartu penunjuk bergambar. Ada gambar-gambar binatang yang dipilih untuk menarik siswa. Gambar hewan tersebut digunting sesuai ukuran kertas A5 dan ditempel di kertas bufalo.

Contoh Cue Card yang Dibuat oleh Mahasiswa

Contoh Cue Card yang Dibuat oleh Mahasiswa

Di kertas HVS polos dituliskan instruksi penugasan, misalnya dialog kamu dan teman. Kamu diminta sebagai penjual yang bertugas membujuk temanmu untuk membeli barang yang kamu tawarkan. Buat dialognya dalam bahasa Inggris. Petunjuk ini kemudian ditempel di kertas bufalo dibalik gambar binatang. Saat praktik dialog di kelas, mahasiswa diminta memilih kartu binatang secara bebas dari berbagai cue card yang dibuat.

Mahasiswa lainnya membuat cue card tentang kendaraan. Dia menceritakan cara pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran.

  1. Tentukan tema pembelajaran sesuaikan dengan media, misalnya tentang deskriptif. Lebih khusus lagi deskripsi tentang kendaraan.
  2. Buat gambar semenarik mungkin dan warnai untuk lebih menegaskan kendaraan.
  3. Di kelas, guru menunjukkan gambar tersebut kepada siswa dan biarkan siswa meresponnya.
  4. Setelah siswa mampu menebak gambarnya, siswa diminta untuk menuliskan paragraf deskriptif sesuai gambar yang mereka lihat.
  5. Setelah selesai, siswa maju ke depan dan membacakan hasil paragraf deskripsinya.

Siti Humairoh, mahasiswa semester VI kelas E mengatakan pada awalnya sedikit repot namun ia mengaku puas setelah teaching aid selesai dibuat. Ia juga terkesan saat menggunakan teaching aid dalam praktik mengajar dalam program PPLK di SMP Al Azhar Kaujon Kota Serang. “Teaching aid benar-benar membantu siswa untuk memahami materi,” katanya.

Menurut saya, mahasiswa menjadi lebih kreatif dan tanggap untuk memanfaatkan authentic material yang ada di sekeliling mereka sebagai media pembelajaran. Saya juga mendengar pengakuan dari Wanda Maulina Awaliyah, siswa kelas VIIIA SMP AL- Azhar. “Media pembelajaran yang saya buat saat mengajar, membuat materi yang diajarkan lebih mudah dimengerti dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan,” kata Siti.