
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Gelar Rapat Kerja Bertajuk “Transformasi FTK: Unggul, Bermakna dan Berdampak”
Tangerang, 14 Februari 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Tahun 2026 pada tanggal 12–14 Februari 2026 bertempat di Soll Marina Hotel Tangerang. Kegiatan strategis tahunan ini mengusung tema besar “Transformasi FTK: Unggul, Bermakna dan Berdampak” sebagai arah kebijakan dan pijakan program kerja fakultas ke depan.
Rapat kerja ini menjadi forum konsolidasi akademik dan kelembagaan yang dihadiri oleh unsur pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Rektor, Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Laboratorium, Gugus Kendali Mutu, serta tenaga kependidikan di lingkungan FTK. Turut hadir pula perwakilan dari rektorat serta tamu undangan dari Universitas Syaikh Nawawi Banten sebagai bentuk penguatan jejaring kelembagaan dan sinergi antarperguruan tinggi.
Penguatan Arah Transformasi
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., secara resmi membuka kegiatan rapat kerja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dengan formasi lengkap sebagai wujud keseriusan dalam membangun fakultas. Rektor juga mendoakan agar seluruh civitas akademika senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Beliau menegaskan bahwa FTK merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak dan memiliki daya tarik tinggi di tengah masyarakat. Tanpa promosi besar pun, FTK tetap menjadi pilihan utama calon mahasiswa. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FTK.
Mengacu pada amanat Menteri Agama, Rektor menyampaikan bahwa lebih dari 50% Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah meraih predikat unggul. Namun demikian, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada status administratif atau sertifikasi semata. Tantangan berikutnya adalah bagaimana predikat unggul tersebut benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Rektor juga mengingatkan bahwa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten saat ini telah masuk dalam 10 besar PTKIN terbaik di Indonesia. Capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan melalui penguatan budaya akademik, terutama dalam publikasi ilmiah. Dosen didorong untuk lebih aktif mengunggah dan memaksimalkan publikasi jurnal bereputasi sebagai bagian dari kontribusi keilmuan dan penguatan reputasi institusi. Dalam aspek penganggaran, beliau menegaskan bahwa prinsip keadilan dan proporsionalitas tetap menjadi landasan utama dalam pengelolaan keuangan universitas.
Unggul di Atas Kertas dan Berdampak di Lapangan
Dekan FTK, Prof. Dr. H. Subhan, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan refleksi kritis terhadap capaian fakultas. Secara administratif, FTK telah meraih predikat unggul yang dibuktikan dengan sertifikat dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Namun, menurut beliau, keunggulan tersebut harus diuji pada sejauh mana kebermaknaannya bagi mahasiswa dan dampaknya bagi masyarakat.
Tema “Transformasi FTK: Unggul, Bermakna dan Berdampak” dipilih sebagai komitmen untuk tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi juga melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Transformasi dimaknai sebagai perubahan terarah dalam sistem akademik, tata kelola, pelayanan, serta penguatan kompetensi lulusan.
Sebagai langkah konkret, FTK meluncurkan program pembiasaan bahasa melalui kegiatan English Day dan Yaum ‘Arabiy. Program ini dirancang untuk membangun budaya akademik bilingual di lingkungan fakultas. Mahasiswa semester dua dari seluruh program studi diarahkan untuk mulai aktif menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam aktivitas tertentu.
Sementara itu, mahasiswa semester enam dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab diberi peran sebagai tutor dalam pelaksanaan program tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Pelaksanaan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis tetapi juga siap secara praktis. Ke depan, program ini direncanakan akan dimulai sejak semester satu agar pembiasaan berlangsung lebih optimal.
Delapan Komisi, Delapan Pilar Transformasi
Untuk memastikan pembahasan berjalan fokus dan sistematis, rapat kerja dibagi ke dalam delapan komisi strategis, yaitu:
- Komisi I: Akademik
- Komisi II: Kemahasiswaan
- Komisi III: Penelitian
- Komisi IV: Pengabdian kepada Masyarakat
- Komisi V: Publikasi
- Komisi VI: Tata Kelola
- Komisi VII: Sumber Daya Manusia
- Komisi VIII: Keuangan
Masing-masing komisi membahas evaluasi program sebelumnya, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan program kerja baru yang disesuaikan dengan kebutuhan fakultas dan alokasi anggaran yang tersedia. Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat kolaboratif, mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan FTK secara komprehensif.
Setiap komisi kemudian mempresentasikan hasil rumusan program kerja dalam sidang pleno. Forum ini menjadi ruang klarifikasi, penyempurnaan, serta penguatan integrasi antarbidang agar seluruh program berjalan selaras dengan visi fakultas.
Komitmen Bersama Menuju Dampak Nyata
Seluruh rangkaian kegiatan rapat kerja berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari peserta sejak hari pertama hingga penutupan. Antusiasme ini menunjukkan kesadaran kolektif bahwa transformasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kerja bersama dan sinergi seluruh unsur fakultas.
Sebagai penutup, kegiatan rapat kerja diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh Ketua Program Studi. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam melaksanakan program kerja secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
Melalui rapat kerja ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten meneguhkan langkah transformasinya menuju fakultas yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga bermakna dalam proses pendidikan serta berdampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan bangsa.













