
Prodi Pendidikan Agama Islam Perkuat Kebutuhan Kurikulum dengan MenggelarKegiatan “Review Kurikulum OBE Prodi PAI”
Serang – 12 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar kegiatan “Review Kurikulum OBE (Outcome Based Education) Program Studi Pendidikan Agama Islam” pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Aula Program Studi Pendidikan Agama Islam lantai 2. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis program studi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum yang adaptif, inovatif, serta relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekretaris Program Studi, para guru, kepala sekolah, alumni, serta sejumlah mahasiswa Program Studi PAI. Kehadiran berbagai unsur akademisi dan praktisi pendidikan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan stakeholder pendidikan dalam menyusun kurikulum yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung secara tertib dan khidmat. Suasana kegiatan tampak hangat dan penuh antusiasme sejak awal acara dimulai. Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan mutu pendidikan di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa kegiatan review kurikulum ini merupakan agenda penting yang harus dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas pembelajaran tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja. Beliau menegaskan bahwa kurikulum tidak dapat bersifat statis, melainkan harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya para guru, kepala sekolah, alumni, dan mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum Program Studi PAI. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam proses review kurikulum menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih relevan, aplikatif, dan berkualitas.
Lebih lanjut, Kaprodi PAI berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi dan gagasan baru yang mampu memperkuat kualitas lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Ia juga menekankan bahwa lulusan PAI diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, kemampuan adaptasi, keterampilan teknologi, serta karakter keislaman yang kuat.
Sebelum memasuki sesi diskusi, kegiatan terlebih dahulu diisi dengan pemaparan materi oleh narasumber, Dr. Asri Karolina, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai konsep penting mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai pendekatan pendidikan yang saat ini menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan tinggi.
Beliau menyampaikan bahwa kurikulum berbasis OBE menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan atau Outcome yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, outcome dalam OBE bukan hanya sebatas pengetahuan teoritis, tetapi juga mencakup keterampilan, sikap, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Asri Karolina, M.Pd.I juga menjelaskan tahapan penting dalam penyusunan dokumen kurikulum, mulai dari evaluasi kurikulum sebelumnya, penyesuaian terhadap standar akreditasi nasional dan internasional, hingga penerapan regulasi terbaru yang mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Beliau menegaskan bahwa kurikulum harus terus diperbarui agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi dan transformasi digital.
Selain itu, beliau juga memaparkan pentingnya penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang sesuai dengan visi keilmuan program studi, kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta nilai-nilai universitas. Menurutnya, kurikulum yang baik harus memiliki kesinambungan antara profil lulusan, mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi pembelajaran yang digunakan.
Tidak hanya itu, pemaparan materi juga menyoroti pentingnya integrasi keterampilan abad ke-21 dalam kurikulum pendidikan tinggi. Keterampilan tersebut meliputi kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creative thinking), komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), literasi digital, serta kemampuan memahami perkembangan era industri 4.0 menuju society 5.0. Hal tersebut dinilai penting agar lulusan Program Studi PAI mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dr. Asri Karolina, M.Pd.I juga menjelaskan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan kurikulum semata, tetapi juga mencakup proses pembelajaran, metode asesmen, hingga evaluasi berkelanjutan (continuous improvement). Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak seperti dosen, alumni, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum tetap relevan dan berkualitas.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi yang berlangsung secara interaktif dan komunikatif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, kritik, serta saran terkait pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Agama Islam. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pembahasan mengenai relevansi mata kuliah, penguatan kompetensi lulusan, sistem pembelajaran, hingga tantangan implementasi kurikulum berbasis OBE di perguruan tinggi.
Para guru dan kepala sekolah yang hadir turut memberikan pandangan berdasarkan pengalaman mereka di dunia pendidikan. Mereka menekankan pentingnya lulusan PAI memiliki kompetensi pedagogik yang kuat, kemampuan teknologi pendidikan, keterampilan komunikasi yang baik, serta karakter keislaman yang mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat maupun sekolah.
Sementara itu, alumni Program Studi PAI juga menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi di dunia kerja saat ini. Menurut mereka, lulusan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi yang mendukung profesionalisme kerja.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama diskusi berlangsung. Mereka aktif menyampaikan pendapat dan harapan terhadap pengembangan kurikulum yang lebih inovatif, fleksibel, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Melalui kegiatan review kurikulum ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih berkualitas, relevan, dan berorientasi pada penguatan capaian pembelajaran lulusan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan para stakeholder pendidikan dalam menciptakan sistem pembelajaran yang efektif dan berdaya saing.
Kegiatan “Review Kurikulum OBE (Outcome Based Education) Program Studi Pendidikan Agama Islam” ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi PAI FTK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Dengan adanya evaluasi dan pengembangan kurikulum yang dilakukan secara kolaboratif, diharapkan Program Studi PAI mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan dan masyarakat di masa depan.











