PRODI PPG GELAR RAPAT EVALUASI BATCH 1

Setelah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara resmi mengumumkan hasil seleksi akademik Pendidikan Profesi Guru pada akhir bulan Agustus 2022, LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan rapat evaluasi penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan bagi Guru Madrasah dan Pendidikan Agama  Islam Batch 1. Kegiatan yang digelar pada hari Jum’at s.d. Sabtu, (9-10/9/2022) ini melibatkan seluruh pengelola Pendidikan Profesi Guru mulai dari unsur pimpinan tingkat Fakultas hingga pimpinan tingkat Rektorat serta melibatkan juga seorang guru dari SDN Banjarsari 2 Kota Serang.

Kegiatan yang dihadiri oleh 32 peserta ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Batch ke 1 dan menyiapkan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kelulusan pada Batch ke 2 dan 3. Dalam sambutannya Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Nana Jumhana, menyampaikan bahwa tingkat kelulusan Program Pendidikan Profesi Guru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Batch ke 1 secara komulatif sebesar 76%. Meski angka tesebut di atas standar kelulusan tingkat Nasional, “kami belum merasa puas dan perlu melakukan langkah-langkah strategis guna mencapai tingkat kelulusan yang lebih optimal, “tambahnya.

Rapat Evaluasi ini diselenggarakan di Hotel Pesona Krakatau Anyer dan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Atas capaian kelulusan yang telah raih, “Rektor memberikan apresiasi kepada Dekan dan seluruh pengelola atas kerja kerasnya dalam mengelola penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru”. Selanjutnya Rektor berpesan untuk tetap bersinergi dalam memajukan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan umum tentang penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, serta didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Guru. Apud menjelaskan bahwa tugas kami sebagai LPTK masih panjang mengingat ada sekitar 9.906 Guru Madrasah yang belum tersertifikasi di kab/kota Provinsi Banten. Pada tahun ini Guru Madrasah yang mengikuti PPG sebanyak 200 Guru, itu artinya jika kuotanya tidak berubah maka butuh waktu kurang lebih 45 tahun untuk mengentaskan guru madrasah yang belum tersertifikasi. Untuk menyikapi hal ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/Kab di wilayah Provinsi Banten pada tanggal 31 Agustus 2022 lalu. Tujuannya ialah mengajak pemerintah daerah dalam hal ini kantor kemenag untuk membantu guru-guru di daerahnya masing-masing yang belum tersertifikasi, diantaranya ialah mengalokasikan sebagian anggaran APBD untuk biaya akademik peserta PPG.

Ketua Program Studi PPG M. Rifqi Rijal menambahkan Alhamdulillah pada tahun ini Kemenag Kab. Tangerang telah mengalokasikan anggaran APBDnya untuk 75 guru di wilayahnya. Rencananya tahun depan kemenag Kota Cilegon akan berkontribusi dan kemenag-kemenag lainnya akan segera menyusul. Serta akan ada peserta PPG batch 3 yang bersumber dari dana LPDP. “Kami juga telah menyiapkan langkah-langkah strategis khususnya menjelang pelaksanaan Ujian Kinerja dan Ujian Pengetahuan PPG agar berjalan lebih baik dengan harapan dapat mendongkrak tingkat kelulusan yang lebih baik, “pungkasnya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dayatullah menanggapi pemaparan umum tersebut dengan memberikan kritik konstruktif bukan hanya untuk meningkatkan kelulusan melainkan juga untuk meningkatkan kualitas peserta Pendidikan Profesi Guru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *