
FTIK Gelar Workshop Penyusunan Renstra 2026–2030, Dekan Tekankan Integritas dan Visi Masa Depan
Anyer – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) FTIK Tahun 2026–2030 di Aston Anyer Beach Hotel, pada 20–21 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas dan seluruh unsur strategis, sebagai upaya menyusun arah kebijakan pengembangan FTIK untuk lima tahun mendatang.
Workshop dihadiri oleh Dekan FTIK, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Kepala Bagian Tata Usaha, para Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, serta Kepala Laboratorium Fakultas. Melalui forum ini, seluruh peserta bersama-sama menyusun dokumen Renstra yang adaptif, realistis, dan selaras dengan visi pengembangan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Dekan FTIK menegaskan bahwa penyusunan Renstra harus dilakukan dengan penuh integritas karena dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama dalam menjalankan program dan kebijakan fakultas selama lima tahun ke depan.
“Integritas harus dijaga dalam penyusunan Renstra. Dokumen ini bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi menjadi kompas yang akan mengarahkan langkah FTIK dalam lima tahun mendatang,” tegasnya.
Dekan juga menekankan pentingnya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu terserap di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kita harus bekerja sekaligus mendoakan agar lulusan FTIK memperoleh pekerjaan yang baik. Tugas kita adalah memastikan mereka memiliki kualitas, daya saing, dan mampu memberikan manfaat di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dekan mengingatkan bahwa setiap evaluasi yang dilakukan harus menjadi dasar untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, Renstra harus disusun berdasarkan hasil evaluasi yang objektif serta proyeksi kebutuhan masa depan.
“Evaluasi dilakukan bukan sekadar untuk melihat capaian, tetapi untuk mengetahui apa yang harus diperbaiki dan bagaimana proyeksi pengembangan ke depan. Jangan sampai Renstra yang kita susun menjadi out of date, karena dokumen ini akan menjadi pedoman selama lima tahun ke depan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan kontribusi pemikiran terbaik demi kemajuan FTIK.
“Saya sangat memohon kontribusi pemikiran dari seluruh peserta. Mari kita bersama-sama merancang masa depan Tarbiyah yang lebih baik, melahirkan lulusan yang bermutu, berdaya saing, serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.
Workshop ini diharapkan menghasilkan dokumen Renstra FTIK 2026–2030 yang komprehensif, responsif terhadap perkembangan pendidikan tinggi, serta mampu menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.










