
Untuk Meningkatkan Mutu Kerjasama, FTK UIN SMH Banten dan FPM UPSI Malaysia Gelar Program Mobility Internasional
Serang – Senin, 11 Mei 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama Fakultas Pembangunan Manusia (FPM) Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia kembali memperkuat hubungan akademik internasional melalui penyelenggaraan Program Mobility tanpa kredit (Inbound dan Outbound). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung A Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SMH Banten dan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 11 hingga 14 Mei 2026.
Program mobility ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama internasional antara FTK UIN SMH Banten dan FPM UPSI Malaysia yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Rombongan dari Fakultas Pembangunan Manusia UPSI Malaysia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin siang, 11 Mei 2026. Setelah menempuh perjalanan menuju Kota Serang, rombongan tiba di lingkungan FTK UIN SMH Banten sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangan rombongan yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa tersebut disambut hangat oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FTK UIN SMH Banten.
Suasana penyambutan berlangsung penuh kekeluargaan dan persahabatan. Para tamu dari Malaysia tampak antusias melihat lingkungan akademik FTK UIN SMH Banten serta berinteraksi langsung dengan sivitas akademika. Kehangatan penyambutan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan dan kerja sama antara kedua institusi pendidikan tinggi dari Indonesia dan Malaysia.
Setelah penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan resmi Program Mobility Internasional yang diselenggarakan di Aula Lantai 1 Gedung A FTK UIN SMH Banten. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh delegasi dari FPM UPSI Malaysia.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terlaksananya program internasional tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan mobility ini merupakan momentum penting dalam memperkuat hubungan akademik dan memperluas kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan FTK juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan FPM UPSI Malaysia di lingkungan FTK UIN SMH Banten. Menurut beliau, kehadiran delegasi dari Malaysia menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi FTK karena menunjukkan bahwa hubungan kerja sama yang telah dibangun selama ini terus berkembang secara produktif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Dekan memperkenalkan seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika FTK UIN SMH Banten yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari para Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha, para Ketua Program Studi, dosen, hingga gugus mutu fakultas turut diperkenalkan kepada rombongan dari UPSI Malaysia.
Adapun program studi yang diperkenalkan meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, serta Program Pendidikan Profesi Guru. Dekan berharap melalui kegiatan ini masing-masing program studi dapat membangun komunikasi akademik yang lebih intensif dengan pihak UPSI Malaysia sehingga ke depan dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang bermanfaat.
Dalam sambutannya, Dekan FTK menekankan bahwa kerja sama internasional saat ini menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan. Menurut beliau, perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal apabila berjalan sendiri tanpa membangun kolaborasi dengan institusi lain, khususnya institusi pendidikan di tingkat internasional.
Beliau juga menyampaikan bahwa semangat kolaborasi dan saling membantu telah diajarkan dalam nilai-nilai Islam. Hal tersebut dicontohkan melalui kisah Nabi Musa AS yang meminta bantuan kepada Nabi Harun AS sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qashash ayat 34:
“Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.”
Melalui ayat tersebut, Dekan menjelaskan bahwa kerja sama merupakan bagian penting dalam membangun kekuatan bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Oleh karena itu, hubungan antara FTK UIN SMH Banten dan FPM UPSI Malaysia diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai bidang akademik maupun non-akademik.
Beliau juga menjelaskan bahwa bentuk kerja sama internasional seperti ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, terutama dalam pengembangan penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis internasional, serta peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi, termasuk jurnal yang terindeks Scopus.
Selain itu, Dekan FTK juga memperkenalkan berbagai budaya dan tradisi yang ada di Indonesia, khususnya budaya Banten, kepada rombongan dari Malaysia. Beliau menjelaskan bahwa masyarakat Banten memiliki nilai religiusitas, kekeluargaan, dan gotong royong yang sangat kuat. Penjelasan tersebut menambah suasana keakraban antara kedua institusi dan menjadi sarana pertukaran budaya yang sangat positif.
Sementara itu, sambutan dari pihak Fakultas Pembangunan Manusia UPSI Malaysia disampaikan oleh Dr. Mohd Syaubari Bin Othman selaku Pensyarah FPM UPSI Malaysia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada FTK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten atas sambutan yang sangat hangat dan penuh persahabatan.
Beliau mengungkapkan bahwa pihak UPSI Malaysia sangat mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah dibangun bersama FTK UIN SMH Banten. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti ini sangat penting dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan kompetitif.
Dr. Mohd Syaubari Bin Othman juga menyampaikan bahwa FPM UPSI Malaysia sangat terbuka untuk melakukan berbagai bentuk kerja sama akademik bersama FTK UIN SMH Banten, terutama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, seminar internasional, serta pengembangan inovasi pembelajaran.
Beliau menilai bahwa dosen-dosen FTK UIN SMH Banten memiliki kompetensi dan pengalaman akademik yang sangat baik sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi UPSI Malaysia dalam pengembangan keilmuan pendidikan. Oleh karena itu, beliau berharap program mobility ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama yang lebih produktif di masa mendatang.
Selama beberapa hari pelaksanaan program mobility, para peserta dari kedua institusi mengikuti berbagai kegiatan akademik dan ilmiah yang telah disusun oleh panitia. Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, diselenggarakan seminar bertema tren penelitian dan pendidikan di Indonesia. Seminar tersebut membahas perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan, tantangan penelitian di era digital, transformasi pembelajaran, serta peluang kolaborasi penelitian internasional.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para dosen dan mahasiswa dari kedua institusi aktif berdiskusi mengenai berbagai isu pendidikan kontemporer, pengembangan metodologi penelitian, hingga strategi meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional.
Selanjutnya pada hari Rabu, 13 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan seminar metodologi dan etika penelitian. Seminar ini menjadi salah satu agenda penting karena membahas secara mendalam tentang pentingnya integritas akademik, etika penelitian, teknik penulisan karya ilmiah, hingga strategi publikasi jurnal internasional bereputasi.
Melalui seminar tersebut, para peserta mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kualitas penelitian dan menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap proses penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum berbagi pengalaman antara dosen FTK UIN SMH Banten dan FPM UPSI Malaysia dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
Program Mobility Internasional ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia melalui dunia pendidikan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana harmonis, saling menghargai, dan saling belajar antarbudaya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FTK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global. Sementara bagi FPM UPSI Malaysia, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara.
Ke depan, kedua institusi berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui berbagai program strategis lainnya, seperti joint research, joint publication, visiting lecturer, student exchange, hingga penyelenggaraan konferensi internasional bersama. Dengan semangat kolaborasi dan persaudaraan, FTK UIN SMH Banten dan FPM UPSI Malaysia optimis dapat bersama-sama menciptakan inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di tingkat regional maupun internasional.










