Berita
Sinergi Lab Keagamaan dan Dosen FTK: Hidupkan Teori Fikih Lewat Praktik Manasik

Sinergi Lab Keagamaan dan Dosen FTK: Hidupkan Teori Fikih Lewat Praktik Manasik

Laboratorium Keagamaan sukses menyelenggarakan kegiatan praktik manasik haji dan umrah bagi para mahasiswa pada Jumat, 05 Juni 2026. Kegiatan yang berpusat di halaman Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) ini digelar sebagai langkah konkret untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai tata cara pelaksanaan rukun Islam kelima secara langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Laboratorium Keagamaan membangun kolaborasi erat dengan para dosen pengampu mata kuliah Fikih Ibadah. Sinergi ini dirancang agar apa yang selama ini dipelajari mahasiswa di dalam ruang kelas melalui lembaran kitab dan buku teks, dapat langsung divisualisasikan dalam bentuk rukun dan gerakan ibadah yang nyata di area terbuka kampus.

Kegiatan krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala Laboratorium Keagamaan, Hasbullah, yang memantau jalannya simulasi dari awal hingga akhir. Selain itu, jajaran dosen pengampu mata kuliah Fikih Ibadah juga turut hadir mendampingi, antara lain Abdul Kodir, Ali Maksum, H. Juhri, dan Ubaidillah. Kehadiran para dosen ini sekaligus untuk memastikan bahwa setiap tahapan manasik yang dilakukan mahasiswa di halaman fakultas sudah sesuai dengan tuntunan syariat.

Kepala Laboratorium Keagamaan, Hasbullah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen laboratorium dalam mendukung mutu akademik yang integratif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara teoretis dan hafalan di dalam kelas, tetapi juga memiliki pengalaman langsung (hands-on experience). Kolaborasi dengan para dosen Fikih Ibadah ini memastikan bahwa praktik yang dijalani mahasiswa hari ini memiliki landasan hukum fikih yang valid dan aplikatif,” ujar Hasbullah di sela-sela kegiatan.

Melalui simulasi ini, mahasiswa diajarkan secara detail mengenai alur perjalanan ibadah haji dan umrah. Mulai dari tata cara mengenakan kain ihram yang benar, mengambil miqat, melafalkan niat, melakukan tawaf mengelilingi replika Kakbah, sai antara Safa dan Marwah, hingga prosesi tahalul.

Para dosen pengampu secara bergantian memberikan koreksi dan bimbingan langsung di setiap pos simulasi. Dengan metode pembelajaran luar kelas (outdoor learning) di halaman FTK seperti ini, mahasiswa terlihat sangat antusias dan lebih mudah memahami rute serta esensi dari setiap prosesi ibadah yang dilakukan.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan tertib ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan. Ke depan, Laboratorium Keagamaan berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi praktikum yang mampu menjembatani kebutuhan akademis dan kesiapan praktis mahasiswa di masyarakat.