
Demi Merawat Bumi, FTIK UIN SMH Banten Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah Bersama Masyarakat Kasemen
Serang, 9 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pengelolaan Sampah bertema “Merawat Bumi, Perkuat Edukasi, Kolaborasi Berdampak FTIK dan Masyarakat Kasemen dalam Pelestarian Lingkungan.” Kegiatan yang berlangsung di Majelis Taklim At-Tajwini, Kampung Sukadana, Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Workshop merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat, yang tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mendorong lahirnya solusi nyata atas persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FTIK beserta jajaran pimpinan fakultas, Kabag Umum, Ketua Program Studi, Gugus Kendali Mutu, Kepala Laboratorium, dosen, tenaga kependidikan, serta Camat Kasemen beserta jajaran. Masyarakat Kampung Sukadana turut berpartisipasi secara aktif sebagai peserta kegiatan.
Menghadirkan Desti Eka Putri Sari, S.Sos.I., CEO Bank Sampah Digital (BSD), workshop ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari proses pemilahan hingga pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk memandang sampah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
Ketua Panitia, H. Hasbullah, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pemilihan Desa Kasunyatan sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada kondisi lingkungan yang masih menghadapi persoalan penumpukan sampah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi yang bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Subhan, M.Ed., menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus amanah keagamaan yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, bumi merupakan titipan Allah Swt. yang harus dijaga dan dirawat bersama. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengelolanya secara bertanggung jawab. Ia juga menegaskan bahwa melalui kegiatan pengabdian ini, FTIK ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“FTIK hadir untuk memberikan pengabdian yang berdampak. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari ikhtiar merawat kehidupan sekaligus wujud implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Camat Kasemen, Sugiri, ST., M.Si, yang menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Ia berharap workshop tersebut dapat melahirkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat yang mampu menjadi teladan dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, apabila sampah dikelola dengan baik, selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sugiri mengharapkan sinergi FTIK dengan masyarakat Kasemen terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian, termasuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat setelah program selesai dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kemitraan antara FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, pemerintah Kecamatan Kasemen, dan masyarakat Desa Kasunyatan. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan teknis mengenai pengelolaan sampah yang dipandu langsung oleh narasumber, mulai dari proses pemilahan, pengelolaan, hingga mekanisme pemanfaatan sampah melalui sistem Bank Sampah Digital.
Melalui workshop ini, FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi generasi masa kini dan mendatang.











