EPISTEMOLOGI TAFSIR NARATIF DALAM MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA

Authors

  • Wahyudin Institut Agama Islam Negeri Metro, Lampung, Indonesia
  • Saefudin Zuhri UIN Sultan Maulana Hasnauddin Banten
Statistics: Abstract viewed : 424 times | PDF downloaded : 208 times

Keywords:

Beragama, Karakteristik, Moderasi dan tafsir nartif

Abstract

Peranan negara dalam pembentukan moderasi beragama selama ini banyak dilakukan melalui institusi formal, namun pada dasarnya, agama memiliki bentuk-bentuk ajaran yang melekat dan menjadi sistim resiliensi dalam mengatasi berbagai masalah. Epitemologi tafsir naratif menjadi satu bentuk fundamen ajaran agama yang digunakan oleh agama di Indonesia. Kajian dalam tulisan ini berangkat dari tiga pertanyaan penting berikut: (a) bagaimana epistemologi tafsir naratif digunakan dalam moderasi beragama; (b) faktor apa yang menjadi penentu keberhasilan pembentukan moderasi beragama melalui epistemologi tafsir naratif; dan (c) bagaimana penggunaan tafsir naratif menyelesaikan konflik beragama. Dengan menggunakan analisis interpretatif terhadapat data-data observasi dan dokumentasi. studi ini menemukan bahwa doktrin ajaran agama yang dianut oleh setiap pemeluk agama menjadi pondasi dalam mengatasi berbagai konflik. Keberadaan tokoh agama, tokoh pemerintahan, dan tokoh lainnya yang memegang teguh fundamen ini menjadikan konflik-konflik yang terjadi dapat diselesaikan. Tokoh agama yang dalam penelitian ini juga memiliki posisi sebagai elit agama mempunyai fungsi yang relevan dalam memerankan fungsi sosialisasi, integrasi, normatif, dan sebagai kontrol sosial sehingga permasalahan dapat diselesaikan. Penggunaan konsep Epitemologi dalam artikel ini berhasil menunjukkan bahwa tafsir naratif sebagai satu bentuk mekanisme dalam pembentukan moderasi beragama dalam mengatasi permasalahan sosial beragama.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-11-30

How to Cite

Wahyudin, & Zuhri, S. (2023). EPISTEMOLOGI TAFSIR NARATIF DALAM MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA. Proceeding of Annual International Conference on Islamic Education and Language (AICIEL), 863–881. Retrieved from https://ftk.uinbanten.ac.id/journals/index.php/aiciel/article/view/9783