TELAAH KOMPARASI KONSEP PEMBELAJARAN MENURUT IMAM AL-ZARNUJI DAN IMAM AL-GHOZALI
Abstract viewed : 59 times
|
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded : 109 times
Keywords:
belajar dan pembelajaran, al-Zarnuji, al-GhozaliAbstract
Belajar dalam pandangan Islam memiliki arti yang sangat strategis, sehingga hampir setiap manusia tak pernah lepas dari aktivitas belajar. Kegiatan belajar dan pembelajaran adalah tema sentral bagi pelaksanaan pendidikan, karena merupakan aktivitas riil yang di dalamnya terjadi interaksi antara guru dan siswa. Banyak ahli pendidik Islam yang memberikan perhatian serius dalam mengkaji aktivitas belajar-mengajar, antara lain imam al-Zarnuji dan imam al-Ghazali yang merupakan salah satu cendekiawan muslim dalam pendidikan yang kompeten dalam mengembangkan pemikiran pendidikan Islam pada zamannya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis komparasi. Data yang digunakan adalah sumber data primer, yaitu kitab Ta'lim al-Muta'allim dan kitab Ayyuhal walad. Data skundernya berupa pemikiran imam al-Ghazali tentang pendidikan, pendidikan Islam dari paradigma klasik hingga kontemporer, pemikiran para tokoh pendidikan Islam.Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan teknik analisis datanya menggunakan intellectual biography. Sedangkanpembahasannya menggunakan metode komparasi. Hasil daripenelitian initerungkap bahwa konsep belajar dan pembelajaran menurut imam al-Zarnuji adalah bahwa belajar merupakan proses mental. Hakikat belajar itu sendiri adalah pembentukan jiwa atau akhlak. Konsep pembelajaran imam al-Zarnuji lebih menekankan pada persyaratan moral, baik pada guru maupun siswa. Sedangkan menurut imam al-Ghazali, belajar adalah suatu proses jiwa untuk memahami makna sesuatu sebagai paya pembentukan akhlakul karimah guna mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) demi mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat. Konsep pembelajaran imam al-Ghazali lebih menekankan pada persyaratan moral atau akhlak, akan tetapi penekanan ini lebih condong pada pengajar sebagai al-Mu'allim 'pengajar'. Seorang pengajar harus memiliki peran atau akhlak yang baik dalam mengajar. Perbandingan konsep belajar dan pembelajaran menurut kedua tokoh tersebut berlandaskan pada ontologi (tauhid), epistimologi (ilmu) dan aksiologi (akhlak/moral) yang mengacu pada al-Qur'an dan al-Hadits.





.jpg)



