Transformasi Praktik Seni Tradisi melalui Teknologi Digital: Studi Kontekstual Pembelajaran Musik Angklung pada Mahasiswa Pendikan Guru Sekolah Dasar

Authors

  • Melsya Firtikasari Prodi Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tri Karyono Prodi Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dinda Andiana Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusa Putra
  • Viranie Dwimonikawatie Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra

DOI:

https://doi.org/10.32678/ibtidai.v12i2.11733
Statistics: Abstract viewed : 202 times | PDF downloaded : 205 times

Keywords:

pendidikan seni, musik angklung, teknologi digital, seni tradisi, mahasiswa PGSD

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi teknologi digital dalam pendidikan seni dengan fokus pada praktik pembelajaran musik angklung sebagai strategi pelestarian dan transformasi seni tradisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif untuk menganalisis pemanfaatan teknologi digital oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam proses pembelajaran seni musik. Data dikaji melalui refleksi pembelajaran, dokumentasi aktivitas, serta analisis penggunaan media digital seperti video pembelajaran, aplikasi komposisi musik, dan platform kolaboratif daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital mampu meningkatkan kreativitas mahasiswa, memperdalam pemahaman estetik, serta menguatkan kompetensi pedagogis dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran musik angklung. Selain memperluas akses dan fleksibilitas pembelajaran, teknologi digital juga berperan sebagai sarana adaptif dalam merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dengan konteks era digital. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara seni tradisi dan teknologi digital membuka ruang inovatif bagi keberlanjutan pembelajaran seni berbasis budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adityawarman, B. (2015). Angklung dan identitas budaya lokal. Jurnal Seni dan Budaya Indonesia, 6(3), 23–32.

Akpan, V., & Beard, L. (2020). Technology-enhanced learning in music education. International Journal of Music Education, 38(3), 401–415. https://doi.org/10.1177/0255761420923437

Anderson, T., & Milbrandt, M. (2021). Art for life: Authentic instruction in art education. McGraw-Hill.

Arifin, M. (2020). Perubahan paradigma pembelajaran musik di era 4.0. Jurnal Pendidikan Musik Digital, 1(1), 1–12.

Bates, J., & Maudlin, S. (2018). Digital art and education. Routledge.

Dewi, N. (2023). Gamifikasi dalam pembelajaran seni musik tradisional. Jurnal Pendidikan Kreatif, 7(1), 40–52.

Eisner, E. W. (2002). The arts and the creation of mind. Yale University Press.

Handayani, R. (2017). Kearifan lokal dalam pengajaran musik tradisi. Jurnal Budaya Nusantara, 4(1), 22–30.

Hariyanti, D. (2017). Revitalisasi budaya lokal melalui pembelajaran musik tradisional. Jurnal Seni Musik, 12(2), 35–47.

Kim, Y., & Lee, J. (2019). Students’ perception of online ensemble practice. Music Education Online, 15(2), 119–129.

Koren, L. (2015). Wabi-sabi: Further thoughts. Imperfect Publishing.

Lee, H. J. (2020). Blended learning in music classrooms: A study of pedagogical strategies. Music Education Research, 22(4), 423–438. https://doi.org/10.1080/14613808.2020.1781791

Lee, W. S. (2021). Digital collaboration in music composition. Asia-Pacific Journal of Arts Education, 9(1), 50–61.

Lestari, S. (2018). Teknologi dalam pembelajaran estetik. Jurnal Kajian Seni, 3(2), 33–42.

Mahendra, Y. (2020). Konservasi dan inovasi musik tradisional di era digital. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 13(1), 88–98.

McPherson, G. E., & Welch, G. F. (2018). Music and music education in people’s lives. Oxford University Press.

Mulyana, A. (2020). Inovasi dalam pembelajaran angklung digital. Jurnal Pendidikan Musik Nusantara, 2(2), 110–121.

Mustika, A. P., & Suryana, A. (2023). Integrasi media digital dalam pembelajaran seni musik. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 9(1), 20–31.

Nugroho, B. T. (2016). Kurikulum Merdeka dan pendidikan estetik. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Seni (hlm. xx–xx). Universitas Negeri Semarang.

Puspita, M. (2019). Peran teknologi dalam pelestarian musik tradisional. Jurnal Ilmu Seni, 5(3), 100–109.

Rachmawati, N., & Kurniawan, R. (2021). Implementasi augmented reality dalam pembelajaran angklung. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(1), 54–63.

Ramadhani, I., & Prasetyo, J. (2022). Evaluasi pembelajaran musik tradisional berbasis video. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 9(3), 131–142.

Santoso, E., & Wulandari, F. (2021). Integrasi LMS dalam kelas musik tradisional. Jurnal Inovasi Pembelajaran Seni, 5(2), 93–105.

Susanto, A. (2019). Teknologi dan representasi budaya dalam pendidikan musik. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(2), 145–158.

Suryani, T. (2022). Digitalisasi dalam kelas musik: Studi kasus pada sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 65–75.

Taufik, H., & Dewi, A. R. (2016). Tantangan dan peluang angklung dalam dunia digital. Dalam Prosiding ISBI Bandung (Vol. 2, No. 1, hlm. 77–85).

Widodo, A. (2021). Pembelajaran musik berbasis proyek dengan media digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(4), 207–216.

Winarti, S. (2019). Angklung dan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Seni Musik Indonesia, 7(1), 45–59.

Yudiaryani, E. (2018). Estetika Timur dan pendidikan seni kontekstual. Kanisius.

Yunita, K. (2024). Media sosial sebagai sarana diseminasi musik tradisional. Jurnal Komunikasi Budaya, 11(1), 67–78.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Firtikasari, M., Karyono, T., Andiana, D., & Dwimonikawatie, V. (2025). Transformasi Praktik Seni Tradisi melalui Teknologi Digital: Studi Kontekstual Pembelajaran Musik Angklung pada Mahasiswa Pendikan Guru Sekolah Dasar. Ibtida’i : Jurnal Kependidikan Dasar, 12(2), 207–220. https://doi.org/10.32678/ibtidai.v12i2.11733

Issue

Section

Original Research Article